Rabu, 24 September 2014

Celoteh Kekinian
Dwi Muchtar18.02 0 comments

Beberapa hari belakangan ini ada sebuah isu yang mungkin bagi sebagian warga Jakarta cukup mengherankan. Pelarangan kendaraan ber-plat “B” ke dalam wilayah Bogor dan Bandung membuat beberapa warga Jakarta dan sekitarnya keheranan. Mungkin dalam benak beberapa diantara mereka adalah “kenapa ga boleh ?” atau mungkin “hak kita dong untuk pergi, mau ke Bogor atau ke Bandung, salah kita di mana ?”. Pandangan seperti itu tentunya sah-sah saja, namun bagi mereka yang bertempat tinggal di Bogor atau Bandung dapat membalikkan pertanyaan-pertanyaan tadi dengan argumentasi, “kendaraan bapak ibu sekalian membuat kota kami penuh, kendaraan bapak-bapak sekalian membuat kota kami macet, dan kami merasa terganggu dengan kehadiran kendaraan-kendaraan bapak-bapak sekalian”. Dan berangkat dari argumentasi tersebut, isu pelarangan kendaraan ber-plat “B” pun menyeruak ke atas permukaan.

Melihat, membaca, mendengar isu tersebut membuat penulis tergelitik. Bukan karena apa-apa, namun, mengatasi permasalahan tidak semudah melakukan pelarangan yang sifatnya menyentuh hak-hak prerogative individu seseorang. Let me put this way, kendaraan-kendaraan para warga Jakarta Raya (izinkan penulis mengeluarkan terminologi “Jakarta Raya” sebagai pengganti “Jakarta dan sekitarnya”) didapatkan dari kocek dompet mereka masing-masing, baik itu angsuran, ataupun tunai, mereka mendapatkan kendaraan mereka baik itu roda dua atau empat dari dompet mereka masing-masing. Bahkan harga kendaraan yang harus mereka bayar tersentuh campur tangan pemerintah, yaitu pajak. Dengan cara seperti itu, kendaraan-kendaraan yang mereka dapatkan tentu saja memiliki plat berwarna hitam, terang saja, mereka membelinya dengan uang pribadinya. Tujuan mereka membeli kendaraan adalah untuk memudahkan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-sehari. Selain itu mereka juga membeli kendaraan mereka untuk mengisi waktu luang mereka di akhir pekan, baik itu pergi ke luar kota, atau pergi ke pusat-pusat perbelanjaan.

Dengan budget dan waktu yang mencukupi, meraka bahkan bisa saja pergi ke Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Semarang dan tanpa terkecuali Bogor, Puncak, dan Bandung yang notabenenya menjadi tempat favorit para warga Jakarta Raya. Berbelanja, makan, menginap di hotel berbintang, adalah hak mereka sepenuhnya. Bahkan sepertinya pemerintah setempat terbantu dengan uang pajak yang masuk ke dalam kas daerahnya. Setelah hal tersebut menjadi kebiasaan, maka, mulailah permasalahan muncul. Kota Bandung atau Bogor mulai merasakan kemacetan yang bagi mereka disebabkan karena kedatangan para warga Jakarta Raya ke dalam kota mereka. Pilihan untuk menggunakan kereta api menjadi pilihan yang ada. Seperti biasa, saat pilihan menyeruak, mengundang pertanyaan. Setelah para warga Jakarta Raya menggunakan kereta api untuk pergi ke Bandung, apakah setelah tiba di stasiun di Bandung akan tersedia shuttle bus, atau kendaraan khusus para warga Jakarta Raya yang akan bepergian di kota Kembang tersebut ? apakah terdapat kompensasi dari pemerintah setempat karena para warga Jakarta Raya bersedia menggunakan kereta api ? apakah kemudian para warga Jakarta Raya yang berlibur di sana mendapat pelayanan yang memadai dengan keadaan kendaraan umum yang manusiawi dan kereta bawah tanah yang nyaman ? apakah dengan para warga Jakarta Raya bersedia menggunakan kereta api atau travel yang ada di Bandung lantas membuat Bandung menjadi kota yang lancar dan bebas macet ? lalu bagaimana nasib para mahasiswa / i yang menuntut ilmu di kota Kembang dengan membawa kendaraan dari Jakarta dan membayar biaya kost yang tidak murah ? apakah lantas mereka disediakan kendaraan penggantinya ? apakah kenyamanan mereka dijamin ?.


Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu akan langsung menyeruak di dalam benak para warga Jakarta Raya dan bahkan akan muncul pertanyaan-pertanyaan lainnya. Bila pertanyaan-pertanyaan itu ada di dalam benak mereka atau bahkan terucap, bukan karena mereka merasa terganggu dengan kebijakan pelarangan plat “B” ke dalam kota Kembang dan kota Hujan. Mereka hanya ingin memastikan kenyamanan yang mereka dapatkan dengan membawa kendaraan pribadi mereka terjamin dengan mereka menggantinya dengan menggunakan kendaraan umum. Kalaupun memang benar, ruas-ruas jalan di Bandung atau Bogor menjadi macet di akhir pekan karena disebabkan oleh kendaraan-kendaraan ber-plat “B”, itu serta-merta bukanlah tugas para warga Jakarta Raya untuk membuatnya tersendat, terhambat atau bahkan macet. Sudah ada bagian yang memang memiliki tugas untuk mengatur jalan atau ruas-ruas jalan di dua kota tersebut. Para warga Jakarta Raya bukanlah otoritas yang memiliki tugas tersebut ataupun juga tidak memiliki tugas untuk membuat ruas jalan terhambat. Saat ibu kota Indonesia, DKI Jakarta mengalami kemacetan yang parah SETIAP HARINYA tidak hanya setiap AKHIR PEKAN, apakah kami atau otoritas yang berwenang mengeluarkan kalimat “SELAIN WARGA JAKARTA RAYA DILARANG MEMASUKI WILAYA OTORITAS JAKARTA RAYA / DKI JAKARTA” ?. Mengingat kendaraan-kendaraan ber-plat “B” tidak hanya dimiliki oleh orang Jakarta atau Jakarta Raya saja. Terlihat saat hari raya Idul Fitri dimana ruas-ruas jalan menjadi lengang. Di Jakarta Raya khususnya Jakarta, kemacetan sudah seperti makanan sehari-hari. Tidak ada habisnya.

Movie Facts : Fakta-Fakta di Balik Film Star Wars
Dwi Muchtar18.02 0 comments

by : Chairandy Fajri (twitter : @chairandy)


Star Wars merupakan film Science Fiction atau sering disingkat dengan Sci-Fi garapan sutradara George Lucas yang dirilis pada tahun 1977, film tersebut menjadi hits pada tahun nya dan masih terkenal hingga saat ini.

Kesuksesan film ini memberikan efek domino seperti sekuel atau lanjutan nya yang berjudul The Empire Strikes Back (1980), The Return of the Jedi (1983) dan menjadi Original Trilogy hingga 20 tahun kemudian muncul trilogy prequel nya The Phantom Menace (1999), Attack of the Clones (2002), dan Revenge of the Sith (2005).

Bukan hanya di film saja yang meraih kesuksesan dari segi merchandising juga menggiurkan untuk meraup pundi-pundi uang seperti action figures, comic, graphic novel, video games, movie replica, dan masih banyak lainnya yang laku keras di pasaran.

Star Wars tidak hanya membawa pada hal-hal fisik yang dapat dinikmati oleh para penggemarnya di seluruh dunia. Tetapi, kegemaran pada penggemarnya tersebut pun menyentuh pada sisi perayaan. Setiap tanggal 4 Mei diperingati oleh para Fanboy dan Fangirl (sebutan untuk para fans Star Wars) sebagai Star Wars Day dan terdapat ucapan khas pada hari tersebut yaitu, “May the 4th be with you”.  Star Wars Day dirayakan dengan marathon seluruh film Star Wars, parade kostum karakter Star Wars, dan beberapa hal lain nya yang berhubungan dengan film Star Wars.

Berikut penulis ingin memberikan fakta-fakta dibalik film Star Wars :

- pada awalnya George Lucas ingin menggarap Flash Gordon ke layar lebar, namun pemegang hak cipta Flash Gordon, Dino De Laurentis tidak mau mengangkat Flash Gordon ke layar lebar. Untuk mengobati kekecewaannya, George Lucas menciptakan Star Wars dan credits yang berisi ringkasan cerita pada opening scene setiap seri Star Wars. Hal tersebut ter-influence dari serial TV Flash Gordon pada tahun 1930-an.

- Darth Vader merupakan karakter yang pertama kali diciptakan oleh Lucas dalam kisah Star Wars, Vader dalam bahasa Belanda yang artinya 'ayah'.

- Nama planet 'tatooine' tempat tinggal Anakin dan Luke Skywalker diambil dari nama kota kecil di Tunisia yang bernama 'Tataouine'. merupakan lokasi syuting film Star Wars.

- Karakter C-3PO dinamai berdasarkan lokasi sebuah kantor pos di kampung halaman George Lucas, dimana di peta kantor pos tersebut terdapat seksi C3 Post Office

- Sedangkan R2-D2 merupakan singkatan yang dibuat oleh Lucas merupakan kepanjangan dari 'Reel two Dialog Two'

- Kenny Baker aktor dibalik kostum R2-D2 mendapat perlakuan yang unik ketika proses pengambilan gambar selesai ia diberi tanda oleh crew dengan mengetuk kostum R2-D2 nya dengan palu. untuk menandakan bahwa pengambilan gambar telah selesai.

- "Princess leia: han, i love you ; Han Solo: i know" jawaban Harrison Ford merupakan improvisasi dari si aktor karena seharusnya dalam naskah jawaban Han Solo adalah "i love you too".

- Judul asli episode VI "Return of Jedi", merupakan revisi yang seharusnya adalah "Revenge of Jedi". Hal tersebut di revisi oleh Lucas karena 'Revenge' tidak menunjukkan sifat dari ksatria jedi.

- Nama karakter Padme Amidala, diambil dari bahasa sansakerta Padme yang artinya bunga teratai dan Amidala yang berarti sebuah manifestasi spiritual tertinggi.

- Di gagang lightsaber milik Mace Windu yang diperankan Samuel L.Jackson terdapat ukiran inisial "B.M/.F" yang merupakan kepanjangan dari "Bad, Mother F*cker" diambil dari tulisan dompet yang dipakai oleh Jules karakter yang diperankan Samuel L.Jackson juga dalam film Pulp Fiction (1994).

- Karakter Darth Maul dalam Episode I : The Phantom Menace berkedip hanya satu kali yaitu setelah membunuh Qui-Gon Jin

- Design kostum Darth Vader terinspirasi dari prajurit padang pasir di Semenanjung Arab dan helm Darth Vader terinspirasi dari helm prajurit Kabuto dari Jepang pada zaman Edo di Jepang.

- Design kursi yang digunakan saat Palpatine di Episode II: Attack of The Clones merupakan kursi yang sama digunakan oleh Emperor di Episode VI. Sebuah sentuhan cerdik bahwa kelak ia akan menjadi Emperor.

- Nama karakter Anakin Skywalker berasal dari nama sahabat sang sutradara yaitu Ken Anakin yang merupakan orang Indian. “Anakin” sendiri dalam bahasa Indian artinya pejuang.

- Taktik yang digunakan oleh federasi dagang untuk menginvasi planet Naboo sama dengan strategi Jerman untuk menginvasi Polandia pada saat Perang Dunia II yang disebut peristiwa Blitzkrieg.

- Bahasa yang digunakan ras Ewok dalam Episode VI, merupakan campuran dari bahasa Tibet, Nepal, Tagalog dan Mongolia.


- Proses kematian Jabba the Hutt di Episode VI diilhami oleh adegan dalam film The Godfather (1972) ketika tokoh Luca Brasi tewas karena tercekik.

Popcon Asia 2014
Dwi Muchtar18.01 0 comments

by : Chairandy Fajri (twitter : @chairandy)


Ada yang suka sama video game, komik, toys dan film? Apakah kalian mau lihat perkembangan budaya pop di Indonesia??  Atau mau lihat press conference dari film-film Indonesia terbaru yang akan rilis?

Jawaban nya kalian bisa datang ke Popcon Asia 2014 ! acara yang menyajikan beberapa industri budaya pop seperti film, komik, video game, toys dsb yang merupakan hasil kreativitas orang-orang dari negeri sendiri.

Acara yang diselenggarakan di SMESCO Convention Hall pada tanggal 19-21 September 2014 ini mendapat animo dari masyarakat yang sangat besar karena di Indonesia, khususnya Jakarta banyak sekali orang yang menyukai budaya pop yang berasal baik dari dalam ataupun luar negeri. Selain itu, tak kalah banyak juga para pelaku industri kreatif di beberapa bidang seperti komik, film, toys dan video game. Popcon Asia 2014 ini merupakan wadah mereka untuk unjuk gigi dan memperkenalkan hasil karya mereka pada khalayak umum. Disamping itu ada juga beberapa komunitas dengan minat dan hobi masing-masing yang berbeda-beda seperti board games, toys, komik dan masih banyak lagi.

Selain itu, ada juga Artist Alley dimana kita bisa tahu apa saja komik-komik dari Indonesia dan kalian juga bisa meminta gambar dari mereka sesuai karakter yang kalian mau. Ada juga ada bazar komik dan toys, lalu juga ada talkshow dan press conference dari hasil kreatifitas anak-anak Indonesia. Kemudian di event tersebut terdapat press conference untuk beberapa film Indonesia yang akan rilis dalam waktu dekat, seperti Pendekar Tongkat Emas garapan sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana yang dibintangi oleh Reza Rahadian, Nicholas Saputra, Eva Celia, Tara Basro dan Christine Hakim.


https://www.facebook.com/PopconAsia/photos/
a.927691923911906.1073741852.432703600077410/927692923911806/type=1&theater





Lalu di Popcon Asia tahun ini juga kedatangan tamu yaitu salah satu komikus legendaris di Indonesia yang terkenal dengan karyanya Gundala Putra Petir dan Maza si Penakluk. Gundala Putra Petir pun rencananya akan mendapatkan adaptasi film layar lebarnya yang akan disutradari oleh Hanung Bramantyo.

Hasmi salah satu komikus Indonesia yang populer dengan komik karangan nya yaitu Gundala Putra Petir dan Maza si Penakluk. Kemudian juga ada press conference dari film superhero pertama dan merupakan pionir pengguna CGI untuk film layar lebar yaitu Garuda Superhero yang akan rilis pada tanggal 11 Desember 2014 yang disutradarai oleh X.Jo. 

Tidak lupa juga di acara yang dimulai pada tahun 2012 ini, terdapat suatu ajang penghargaan yaitu Kosasih Awards yaitu sebuah ajang penghargaan untuk para komikus Indonesia yang sedang berkembang dan harapannya para komikus Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi dengan menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Di bawah adalah foto para pemenang di ajang penghargaan Kosasih Awards bersama ibu Mari Elka Pangestu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


https://www.facebook.com/PopconAsia/photos/
a.845764005438032.1073741839.432703600077410/927575330590232/type=1&theater


Secara keseluruhan, event Popcon Asia sangat menarik dan mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat. Saran untuk pemerintah adalah mendukung beberapa pelaku seni dan para pelaku industri kreatif untuk menjadikan karya-karya kreatif buatan anak negeri menjadi tuan rumah di negara sendiri dan dapat memotivasi orang lain untuk berkarya.

Is Yuniarto Komikus yang terkenal dengan komik Garudayana saga dan Grand legend Ramayana yang cukup sukses hingga mempopulerkan hasil karyanya ke luar negeri

Booth merchandise satria series  serial tokusatsu hasil kerjasama Ishimori Productions dan MNC Pictures yang mengeluarkan merchandise Bima-X exclusive di event Popcon Asia 2014. Serial Bima-X  sendiri tayang mulai  14 September 2014 di RCTI pada pukul 08.30 WIB

Marcelino Lefrandt, aktor sekaligus pembuat cerita dari komik karangannya yang berjudul Volt komik bergenre superhero ini cukup sukses di pasaran dan pembaca di Indonesia.